Hari ini, hatiku dipenuhi rasa syukur yang sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata. Ada sukacita yang begitu besar, sekaligus rasa haru yang membuatku menyadari satu hal penting yang selama ini luput dari perhatianku . Selama beberapa waktu terakhir , aku terus bertanya-tanya mengapa ada kekosongan yang begitu dalam di dalam diriku . Aku merasa baik-baik saja, menjalani hari seperti biasa, berbicara, tertawa, dan bertemu banyak orang. Namun, entah mengapa ada bagian dari diriku yang terasa hilang . Aku hanya sibuk memenuhi kebutuhan jasmani . Makan, beristirahat, dan menjalani rutinitas seperti biasa . Tetapi aku lupa bahwa ada bagian lain dari diriku yang juga membutuhkan makanan. Jiwaku . Kini aku mengerti bahwa bukan tubuhku yang sedang kelaparan, melainkan rohaniku yang sudah terlalu lama tidak benar-benar diberi makan. Tak heran jika setiap kali berkumpul dengan orang lain, pandanganku sering kosong . Tubuhku hadir, tetapi pikiranku melayang entah ke mana. Mata ini melihat ke...
Hai, sobatku. Pernahkah kalian merasa sedang berdiri di sebuah persimpangan ? Bukan persimpangan jalan yang bisa dilihat mata, melainkan persimpangan dalam hidup. Tempat di mana sebuah pilihan yang terlihat sederhana justru terasa begitu rumit untuk diputuskan . Aku sedang berada di titik itu. Sebuah keputusan yang bukan hanya tentang memilih langkah, tetapi juga tentang memilih akan menjadi pribadi seperti apa setelahnya. Karena terkadang, satu perubahan kecil mampu mengubah banyak hal dalam hidup . Cara kita berpikir, cara kita bersikap, bahkan orang-orang yang tetap memilih tinggal atau perlahan menjauh. Yang paling melelahkan bukanlah memilih. Melainkan kebingungan yang datang sebelum keputusan itu dibuat. Rasanya seperti tubuhku ada di satu tempat, tetapi pikiranku berjalan ke mana-mana. Saat sedang mengobrol, tertawa, atau berkumpul dengan orang lain, pikiranku justru sibuk memikirkan berbagai kemungkinan. Aku tersenyum, tetapi di dalam kepala ada begitu banyak pertanyaan y...