Ada satu hal yang belakangan ini terus membuatku berpikir.
Dulu, saat mengandung anakku, aku adalah pribadi yang penuh ketakutan. Aku takut berada sendirian. Aku takut pada gelapnya malam. Bahkan suara hujan yang turun begitu deras sering membuat hatiku gelisah tanpa alasan yang jelas.
Saat itu aku mengira semua ketakutan itu hanya akan menjadi bagian dari perjalanan kehamilanku. Aku tidak pernah membayangkan bahwa bertahun-tahun kemudian, aku akan melihat hal yang sama pada anakku.
Hari ini aku baru benar-benar menyadarinya.
Anakku ternyata memiliki ketakutan yang sangat mirip denganku dulu. Ia tidak suka ditinggal sendirian. Ia merasa takut ketika ruangan terlalu gelap. Dan setiap kali hujan turun dengan suara yang keras, ia terlihat cemas dan mencari tempat yang membuatnya merasa aman.
Melihat itu membuatku terdiam.
Aku mulai bertanya pada diri sendiri, apakah mungkin ketakutan yang dulu aku rasakan selama kehamilan ikut terbawa dalam tumbuh kembangnya? Ataukah tanpa sadar, sikap dan kecemasanku selama ini yang ia pelajari dan ia rasakan juga?
Aku tidak tahu pasti jawabannya.
Yang aku tahu, sebagai seorang ibu, ada perasaan sedih ketika melihat anak kita merasakan hal-hal yang dulu pernah menjadi beban dalam hidup kita. Rasanya seperti melihat bayangan masa lalu hadir kembali dalam sosok yang paling kita cintai.
Namun di sisi lain, aku juga menyadari sesuatu yang penting.
Jika dulu aku hidup dengan ketakutan, mungkin sekarang adalah waktunya untuk belajar menjadi lebih berani. Bukan hanya untuk diriku sendiri, tetapi juga untuk anakku. Karena anak-anak sering kali belajar bukan dari apa yang kita katakan, melainkan dari bagaimana kita menjalani kehidupan.
Mungkin aku tidak bisa menghapus semua rasa takut yang ada dalam dirinya. Tetapi aku bisa menemaninya, memeluknya, dan meyakinkannya bahwa ia tidak sendirian menghadapi semua itu.
Dan mungkin, saat aku belajar mengalahkan ketakutanku sendiri, perlahan ia juga akan belajar melakukan hal yang sama.
Sekarang aku ingin bertanya kepada kalian.
Jika kalian berada di posisiku, melihat anak memiliki ketakutan yang sama seperti yang pernah kalian rasakan, apa yang akan kalian lakukan? Apakah kalian pernah mengalami hal serupa?
Aku ingin mendengar cerita dan pendapat kalian.
Karena terkadang, dari pengalaman orang lain, kita bisa menemukan jawaban yang selama ini kita cari sendiri.
Komentar
Posting Komentar