Langsung ke konten utama

Ketika Ketakutanku Ternyata Hidup di Dalam Diri Anakku

Ada satu hal yang belakangan ini terus membuatku berpikir.

Dulu, saat mengandung anakku, aku adalah pribadi yang penuh ketakutan. Aku takut berada sendirian. Aku takut pada gelapnya malam. Bahkan suara hujan yang turun begitu deras sering membuat hatiku gelisah tanpa alasan yang jelas.

Saat itu aku mengira semua ketakutan itu hanya akan menjadi bagian dari perjalanan kehamilanku. Aku tidak pernah membayangkan bahwa bertahun-tahun kemudian, aku akan melihat hal yang sama pada anakku.

Hari ini aku baru benar-benar menyadarinya.

Anakku ternyata memiliki ketakutan yang sangat mirip denganku dulu. Ia tidak suka ditinggal sendirian. Ia merasa takut ketika ruangan terlalu gelap. Dan setiap kali hujan turun dengan suara yang keras, ia terlihat cemas dan mencari tempat yang membuatnya merasa aman.

Melihat itu membuatku terdiam.

Aku mulai bertanya pada diri sendiri, apakah mungkin ketakutan yang dulu aku rasakan selama kehamilan ikut terbawa dalam tumbuh kembangnya? Ataukah tanpa sadar, sikap dan kecemasanku selama ini yang ia pelajari dan ia rasakan juga?

Aku tidak tahu pasti jawabannya.

Yang aku tahu, sebagai seorang ibu, ada perasaan sedih ketika melihat anak kita merasakan hal-hal yang dulu pernah menjadi beban dalam hidup kita. Rasanya seperti melihat bayangan masa lalu hadir kembali dalam sosok yang paling kita cintai.

Namun di sisi lain, aku juga menyadari sesuatu yang penting.

Jika dulu aku hidup dengan ketakutan, mungkin sekarang adalah waktunya untuk belajar menjadi lebih berani. Bukan hanya untuk diriku sendiri, tetapi juga untuk anakku. Karena anak-anak sering kali belajar bukan dari apa yang kita katakan, melainkan dari bagaimana kita menjalani kehidupan.

Mungkin aku tidak bisa menghapus semua rasa takut yang ada dalam dirinya. Tetapi aku bisa menemaninya, memeluknya, dan meyakinkannya bahwa ia tidak sendirian menghadapi semua itu.

Dan mungkin, saat aku belajar mengalahkan ketakutanku sendiri, perlahan ia juga akan belajar melakukan hal yang sama.

Sekarang aku ingin bertanya kepada kalian.

Jika kalian berada di posisiku, melihat anak memiliki ketakutan yang sama seperti yang pernah kalian rasakan, apa yang akan kalian lakukan? Apakah kalian pernah mengalami hal serupa?

Aku ingin mendengar cerita dan pendapat kalian.

Karena terkadang, dari pengalaman orang lain, kita bisa menemukan jawaban yang selama ini kita cari sendiri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Persimpangan yang Tak Terlihat

Hai, sobatku. Pernahkah kalian merasa sedang berdiri di sebuah persimpangan ? Bukan persimpangan jalan yang bisa dilihat mata, melainkan persimpangan dalam hidup. Tempat di mana sebuah pilihan yang terlihat sederhana justru terasa begitu rumit untuk diputuskan . Aku sedang berada di titik itu. Sebuah keputusan yang bukan hanya tentang memilih langkah, tetapi juga tentang memilih akan menjadi pribadi seperti apa setelahnya. Karena terkadang, satu perubahan kecil mampu mengubah banyak hal dalam hidup . Cara kita berpikir, cara kita bersikap, bahkan orang-orang yang tetap memilih tinggal atau perlahan menjauh. Yang paling melelahkan bukanlah memilih. Melainkan kebingungan yang datang sebelum keputusan itu dibuat. Rasanya seperti tubuhku ada di satu tempat, tetapi pikiranku berjalan ke mana-mana. Saat sedang mengobrol, tertawa, atau berkumpul dengan orang lain, pikiranku justru sibuk memikirkan berbagai kemungkinan. Aku tersenyum, tetapi di dalam kepala ada begitu banyak pertanyaan y...

Kenalan Yuk ini cerita aku mulai ngeblog

Hai hai hai everyone.. Pekenalkan namaku Putri kerap kali di panggil Ati. Nama panggilan pemberian Kakek ku dulu. Selamat datang di Blog Catatanharianati, blog kecil tempat aku berbagi cerita tentang kisah,pengalaman,serta tragedi yang ku alami. Sebenarnya udah lama banget aku pengen punya blog sendiri. Dimana dulu sering baca - baca blog orang lain tentang tips dan trik serta kisah kehidupan sehari - hari. Rasanya seru banget bisa baca tulisan orang dari rumah. Akhirnya di tahun 2026 ini aku memberanikan diri buat nulis sendiri.  Kenapa namanya Catatanharianati ? Karena memang isinya Catatan harian aku. Aku bukan penulis hebat, nggak punya skill dan disini aku baru saja memulai. Tapi aku mau coba konsisten nulis. Siapa tahu ada yang relate dengan cerita aku, atau bisa ambil manfaat kecil dari tulisan aku. Di blog ini aku rencananya mau nulis tentang apa saja yang aku alami. Bisa tentang persiapan menjadi seorang ibu, terlepas dari masa lalu yang kelam, hingga mimpi dan doa yang t...

Mendoakan Dari Jauh

Ada masa dimana kita pengen banget " nyadarin " seseorang.   Pengen teriak: "Hei, sadar dong! Kamu salah jalan!" Tapi lama-lama kita belajar...   Kesadaran itu nggak bisa dipaksa. Sekeras apapun kita ngomel, sekuat apapun kita narik, kalau hatinya belum mau buka, ya tetep ketutup. Jadi aku milih diam .   Bukan karena nggak peduli .   Justru karena terlalu sayang... sayang sampai takut kalau kata-kataku malah bikin dia tersinggung dan makin jauh. Akhirnya aku cuma bisa 1 hal: Mendoakan dari jauh. Mendoakan yang terbaik untuknya.   Mendoakan biar suatu hari dia ngerasain "klik" di hatinya.   Mendoakan biar dia berani jujur sama dirinya sendiri, mengaku dosa, minta ampun sama Tuhan.   Atas semua yang sengaja dia lakuin, maupun yang nggak sengaja. Mungkin bukan hari ini.   Mungkin bukan besok.   Mungkin juga bukan minggu depan. Tapi aku setia nunggu.   Aku percaya... Waktu Tuhan selalu yang p...