Hai, sobatku.
Pernahkah kalian merasa sedang berdiri di sebuah persimpangan? Bukan persimpangan jalan yang bisa dilihat mata, melainkan persimpangan dalam hidup. Tempat di mana sebuah pilihan yang terlihat sederhana justru terasa begitu rumit untuk diputuskan.
Aku sedang berada di titik itu. Sebuah keputusan yang bukan hanya tentang memilih langkah, tetapi juga tentang memilih akan menjadi pribadi seperti apa setelahnya. Karena terkadang, satu perubahan kecil mampu mengubah banyak hal dalam hidup. Cara kita berpikir, cara kita bersikap, bahkan orang-orang yang tetap memilih tinggal atau perlahan menjauh.
Yang paling melelahkan bukanlah memilih. Melainkan kebingungan yang datang sebelum keputusan itu dibuat. Rasanya seperti tubuhku ada di satu tempat, tetapi pikiranku berjalan ke mana-mana. Saat sedang mengobrol, tertawa, atau berkumpul dengan orang lain, pikiranku justru sibuk memikirkan berbagai kemungkinan. Aku tersenyum, tetapi di dalam kepala ada begitu banyak pertanyaan yang saling bertabrakan.
Aku seperti seseorang yang berdiri di persimpangan. Menoleh ke kanan, lalu ke kiri. Berusaha melangkah dengan sangat hati-hati agar tidak salah arah. Berusaha menjaga sikap agar tidak melukai siapa pun, termasuk diriku sendiri. Namun, semakin lama kupikirkan, semakin banyak pertanyaan yang muncul.
Bagaimana jika langkah yang kupilih ternyata salah? Bagaimana jika perubahan kecil yang kuanggap baik justru membuat orang-orang di sekitarku merasa tersisih? Bagaimana jika aku mengecewakan mereka? Hari ini, aku belum menemukan jawabannya.
Mungkin memang tidak semua pertanyaan harus dijawab saat ini. Ada kalanya hidup hanya meminta kita untuk tetap berjalan, meski dengan langkah yang pelan dan hati yang masih dipenuhi keraguan. Jadi, untuk hari ini, hanya ada satu kata yang terus memenuhi pikiranku.
"Bagaimana?" Semoga, suatu hari nanti, kata itu akan berubah menjadi, "Ternyata ini jalan yang memang harus kupilih."
Komentar
Posting Komentar