Ada hari-hari di mana aku tersenyum, bercanda, dan terlihat baik-baik saja. Orang-orang mengira hidupku berjalan seperti biasa. Namun, hanya aku yang tahu bahwa senyum itu sering kali hanyalah topeng.
Belakangan ini, ada kekosongan yang sulit sekali kujelaskan. Rasanya seperti tubuhku berada di tengah keramaian, tetapi pikiranku mengembara ke tempat yang entah di mana. Aku hadir, tetapi tidak benar-benar ada. Aku mendengar orang berbicara, tetapi suara-suara itu seperti berlalu begitu saja tanpa benar-benar sampai ke hatiku.
Sering kali aku terdiam dengan pandangan kosong. Di luar terlihat tenang, tetapi di dalam kepalaku begitu riuh. Pikiran-pikiran datang silih berganti tanpa arah, membuatku lelah bahkan sebelum hari benar-benar dimulai.
Ada saat-saat ketika aku ingin berteriak sekencang mungkin.
"Sudah cukup!"
Namun, aku tahu teriakan itu tidak akan menghentikan apa pun. Kekosongan itu tetap ada, diam-diam memenuhi setiap sudut hatiku.
Kini aku mulai memahami satu hal.
Memang benar kata orang, mereka yang terlihat paling bahagia belum tentu benar-benar bahagia. Ada yang begitu hebat menyembunyikan luka hingga semua orang percaya bahwa hidupnya baik-baik saja. Dan ternyata... aku adalah salah satunya.
Aku bertanya pada diriku sendiri, sampai kapan aku akan terus berpura-pura?
Dulu, energiku seakan tidak pernah habis ketika bersama orang lain. Aku mudah tertawa, mudah berbincang, dan menikmati setiap kebersamaan. Tetapi sekarang semuanya terasa berbeda. Ada lelah yang tidak bisa dihilangkan hanya dengan tidur atau beristirahat.
Hari ini aku memutuskan untuk berhenti memaksakan diri.
Jika aku lelah, aku ingin jujur bahwa aku memang sedang lelah.
Jika hatiku kosong, aku ingin mengaku bahwa memang ada ruang di dalam diriku yang sedang hampa.
Aku tidak ingin terus memakai topeng hanya agar semua orang merasa aku baik-baik saja.
Mungkin inilah langkah pertama untuk benar-benar pulih: berani mengakui apa yang sebenarnya sedang kurasakan.
Dan malam ini, hanya satu doa yang mampu kuucapkan.
"Tuhan, aku kosong. Penuhi aku kembali dengan hadirat-Mu. Pulihkan hatiku, tenangkan pikiranku, dan kuatkan langkahku. Aku percaya, hanya Engkau yang mampu mengisi ruang-ruang kosong yang tak bisa dipenuhi oleh apa pun di dunia ini."
Semoga suatu hari nanti aku tidak lagi tersenyum karena berpura-pura, melainkan karena benar-benar telah menemukan damai.
Komentar
Posting Komentar