Langsung ke konten utama

Ternyata, Selama Ini Aku Hanya Pandai Berpura-Pura

Ada hari-hari di mana aku tersenyum, bercanda, dan terlihat baik-baik saja. Orang-orang mengira hidupku berjalan seperti biasa. Namun, hanya aku yang tahu bahwa senyum itu sering kali hanyalah topeng.


Belakangan ini, ada kekosongan yang sulit sekali kujelaskan. Rasanya seperti tubuhku berada di tengah keramaian, tetapi pikiranku mengembara ke tempat yang entah di mana. Aku hadir, tetapi tidak benar-benar ada. Aku mendengar orang berbicara, tetapi suara-suara itu seperti berlalu begitu saja tanpa benar-benar sampai ke hatiku.


Sering kali aku terdiam dengan pandangan kosong. Di luar terlihat tenang, tetapi di dalam kepalaku begitu riuh. Pikiran-pikiran datang silih berganti tanpa arah, membuatku lelah bahkan sebelum hari benar-benar dimulai.


Ada saat-saat ketika aku ingin berteriak sekencang mungkin.


"Sudah cukup!"


Namun, aku tahu teriakan itu tidak akan menghentikan apa pun. Kekosongan itu tetap ada, diam-diam memenuhi setiap sudut hatiku.


Kini aku mulai memahami satu hal.


Memang benar kata orang, mereka yang terlihat paling bahagia belum tentu benar-benar bahagia. Ada yang begitu hebat menyembunyikan luka hingga semua orang percaya bahwa hidupnya baik-baik saja. Dan ternyata... aku adalah salah satunya.


Aku bertanya pada diriku sendiri, sampai kapan aku akan terus berpura-pura?


Dulu, energiku seakan tidak pernah habis ketika bersama orang lain. Aku mudah tertawa, mudah berbincang, dan menikmati setiap kebersamaan. Tetapi sekarang semuanya terasa berbeda. Ada lelah yang tidak bisa dihilangkan hanya dengan tidur atau beristirahat.


Hari ini aku memutuskan untuk berhenti memaksakan diri.


Jika aku lelah, aku ingin jujur bahwa aku memang sedang lelah.


Jika hatiku kosong, aku ingin mengaku bahwa memang ada ruang di dalam diriku yang sedang hampa.


Aku tidak ingin terus memakai topeng hanya agar semua orang merasa aku baik-baik saja.


Mungkin inilah langkah pertama untuk benar-benar pulih: berani mengakui apa yang sebenarnya sedang kurasakan.


Dan malam ini, hanya satu doa yang mampu kuucapkan.


"Tuhan, aku kosong. Penuhi aku kembali dengan hadirat-Mu. Pulihkan hatiku, tenangkan pikiranku, dan kuatkan langkahku. Aku percaya, hanya Engkau yang mampu mengisi ruang-ruang kosong yang tak bisa dipenuhi oleh apa pun di dunia ini."


Semoga suatu hari nanti aku tidak lagi tersenyum karena berpura-pura, melainkan karena benar-benar telah menemukan damai.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Persimpangan yang Tak Terlihat

Hai, sobatku. Pernahkah kalian merasa sedang berdiri di sebuah persimpangan ? Bukan persimpangan jalan yang bisa dilihat mata, melainkan persimpangan dalam hidup. Tempat di mana sebuah pilihan yang terlihat sederhana justru terasa begitu rumit untuk diputuskan . Aku sedang berada di titik itu. Sebuah keputusan yang bukan hanya tentang memilih langkah, tetapi juga tentang memilih akan menjadi pribadi seperti apa setelahnya. Karena terkadang, satu perubahan kecil mampu mengubah banyak hal dalam hidup . Cara kita berpikir, cara kita bersikap, bahkan orang-orang yang tetap memilih tinggal atau perlahan menjauh. Yang paling melelahkan bukanlah memilih. Melainkan kebingungan yang datang sebelum keputusan itu dibuat. Rasanya seperti tubuhku ada di satu tempat, tetapi pikiranku berjalan ke mana-mana. Saat sedang mengobrol, tertawa, atau berkumpul dengan orang lain, pikiranku justru sibuk memikirkan berbagai kemungkinan. Aku tersenyum, tetapi di dalam kepala ada begitu banyak pertanyaan y...

Kenalan Yuk ini cerita aku mulai ngeblog

Hai hai hai everyone.. Pekenalkan namaku Putri kerap kali di panggil Ati. Nama panggilan pemberian Kakek ku dulu. Selamat datang di Blog Catatanharianati, blog kecil tempat aku berbagi cerita tentang kisah,pengalaman,serta tragedi yang ku alami. Sebenarnya udah lama banget aku pengen punya blog sendiri. Dimana dulu sering baca - baca blog orang lain tentang tips dan trik serta kisah kehidupan sehari - hari. Rasanya seru banget bisa baca tulisan orang dari rumah. Akhirnya di tahun 2026 ini aku memberanikan diri buat nulis sendiri.  Kenapa namanya Catatanharianati ? Karena memang isinya Catatan harian aku. Aku bukan penulis hebat, nggak punya skill dan disini aku baru saja memulai. Tapi aku mau coba konsisten nulis. Siapa tahu ada yang relate dengan cerita aku, atau bisa ambil manfaat kecil dari tulisan aku. Di blog ini aku rencananya mau nulis tentang apa saja yang aku alami. Bisa tentang persiapan menjadi seorang ibu, terlepas dari masa lalu yang kelam, hingga mimpi dan doa yang t...

Mendoakan Dari Jauh

Ada masa dimana kita pengen banget " nyadarin " seseorang.   Pengen teriak: "Hei, sadar dong! Kamu salah jalan!" Tapi lama-lama kita belajar...   Kesadaran itu nggak bisa dipaksa. Sekeras apapun kita ngomel, sekuat apapun kita narik, kalau hatinya belum mau buka, ya tetep ketutup. Jadi aku milih diam .   Bukan karena nggak peduli .   Justru karena terlalu sayang... sayang sampai takut kalau kata-kataku malah bikin dia tersinggung dan makin jauh. Akhirnya aku cuma bisa 1 hal: Mendoakan dari jauh. Mendoakan yang terbaik untuknya.   Mendoakan biar suatu hari dia ngerasain "klik" di hatinya.   Mendoakan biar dia berani jujur sama dirinya sendiri, mengaku dosa, minta ampun sama Tuhan.   Atas semua yang sengaja dia lakuin, maupun yang nggak sengaja. Mungkin bukan hari ini.   Mungkin bukan besok.   Mungkin juga bukan minggu depan. Tapi aku setia nunggu.   Aku percaya... Waktu Tuhan selalu yang p...