Ada satu hal yang belakangan ini sering terlintas di pikiranku.
Sebagai manusia, kita semua pasti pernah berbuat salah. Tidak ada satu pun dari kita yang benar-benar sempurna. Kadang tanpa sadar kita memiliki ego yang begitu besar, merasa pendapat kitalah yang paling benar, memandang rendah orang lain, dan menilai segala sesuatu hanya dari sudut pandang diri sendiri.
Lebih menyedihkan lagi, terkadang kita begitu mudah percaya pada cerita yang belum tentu benar. Mendengar satu sisi, lalu langsung mengambil kesimpulan. Menghakimi tanpa benar-benar memahami apa yang sebenarnya terjadi.
Aku belajar bahwa ada orang-orang yang, sekeras apa pun kita mencoba menjelaskan, tetap tidak akan mau mendengarkan. Bukan karena kita kurang jelas berbicara, tetapi karena hati dan pikirannya sudah tertutup oleh keyakinan yang ia bangun sendiri.
Di saat seperti itu, aku menyadari bahwa tidak semua perdebatan harus dimenangkan. Tidak semua kesalahpahaman harus dipaksa untuk diluruskan saat itu juga.
Kadang, jalan terbaik adalah memilih untuk pergi. Bukan karena menyerah, bukan pula karena membenci, melainkan karena kita tahu bahwa memaksakan diri tetap tinggal hanya akan melukai kedua belah pihak.
Biarkan waktu yang bekerja.
Biarkan kehidupan mengajarkan pelajaran yang mungkin tidak bisa kita sampaikan dengan kata-kata.
Dan jika suatu hari nanti ia menyadari bahwa apa yang selama ini ia lakukan ternyata keliru, jangan menyambutnya dengan amarah atau rasa ingin membalas. Sambutlah dengan hati yang lapang. Rangkul ia sebagaimana kita ingin dirangkul ketika melakukan kesalahan.
Karena pada akhirnya, kita semua adalah manusia yang sedang belajar. Manusia yang terkadang jatuh, salah langkah, dan tersesat dalam penilaian sendiri.
Tidak ada manusia yang sempurna. Yang ada hanyalah manusia yang mau belajar dari kesalahannya dan berusaha menjadi lebih baik dari hari ke hari.
Dan mungkin, itulah alasan mengapa memaafkan selalu terasa lebih indah daripada membenci.
Bye.
Komentar
Posting Komentar