Langsung ke konten utama

Ada Malam-Malam yang Tak Lagi Mengizinkanku Tidur

Beberapa hari belakangan ini, tidur terasa menjadi sesuatu yang begitu sulit kuraih.

Tubuhku memang berbaring di atas kasur, tetapi pikiranku terus berjalan ke mana-mana. Ada begitu banyak hal yang datang silih berganti, seolah ada sesuatu yang belum benar-benar selesai dalam hidupku.

Aku mulai bertanya pada diriku sendiri.

Apakah ini karena terlalu banyak masalah yang kutinggalkan tanpa penyelesaian? Terlalu banyak cerita yang berakhir begitu saja. Tidak ada penjelasan, tidak ada kata perpisahan yang baik, bahkan tidak ada kesempatan bagi kedua belah pihak untuk saling memahami.

Aku memilih pergi.

Mungkin saat itu aku terlalu egois. Aku hanya memikirkan bagaimana menyelamatkan diriku sendiri, tanpa menyadari bahwa kepergianku mungkin meninggalkan luka di hati orang lain.

Semakin malam, semakin banyak kenangan yang bermunculan.

Wajah-wajah yang pernah hadir dalam hidupku datang silih berganti memenuhi ingatan. Ada rasa bersalah, ada penyesalan, dan ada kepahitan yang hingga hari ini masih sulit kujelaskan dengan kata-kata.

Mungkin karena itulah aku menulis.

Di sini, aku merasa bebas untuk bercerita. Tanpa harus berpura-pura kuat. Tanpa takut dihakimi. Tanpa harus menyembunyikan air mata yang sering kali jatuh begitu saja. Tulisan-tulisan ini menjadi saksi bahwa pernah ada seseorang yang berusaha bertahan, meski hatinya berkali-kali ingin menyerah.

Namun, satu hal yang paling kurasakan saat ini adalah sulitnya tidur.

Hal sederhana yang dulu terasa begitu mudah, kini menjadi perjuangan setiap malam. Aku rindu masa ketika kepalaku menyentuh bantal, lalu beberapa menit kemudian aku sudah tertidur pulas. Aku rindu diriku yang dulu. Sebelum semua pengalaman itu mengubahku. Sebelum tempat itu mengajarkanku begitu banyak rasa sakit, kehilangan, dan ketakutan yang diam-diam masih kubawa hingga hari ini.

Sejak saat itu, ada sesuatu dalam diriku yang berubah.

Aku menjadi lebih banyak berpikir. Lebih banyak mengingat. Lebih sering terjaga saat dunia sedang terlelap. Namun di balik semua kegelisahan ini, aku menyadari satu hal. Masih ada mimpi-mimpi yang belum selesai. Masih ada impian yang pernah kutuliskan dengan penuh keyakinan. Masih ada cita-cita yang belum sempat kugapai. Mungkin rasa gelisah ini bukan hanya tentang luka masa lalu. Mungkin ini adalah pengingat bahwa hidupku belum selesai.

Bahwa Tuhan masih memberiku waktu untuk bangkit, memperbaiki apa yang bisa diperbaiki, memaafkan apa yang harus dimaafkan, dan melangkah menuju masa depan yang masih menungguku.

Aku tidak tahu kapan malam-malam tanpa tidur ini akan berakhir.

Tetapi aku berharap, suatu hari nanti, ketika semua luka mulai sembuh dan semua beban perlahan terlepas, aku bisa kembali memejamkan mata dengan tenang.

Bukan karena hidupku telah sempurna.

Melainkan karena akhirnya aku berdamai dengan masa lalu, menerima diriku apa adanya, dan berani melangkah menuju mimpi-mimpi yang selama ini masih menungguku.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Persimpangan yang Tak Terlihat

Hai, sobatku. Pernahkah kalian merasa sedang berdiri di sebuah persimpangan ? Bukan persimpangan jalan yang bisa dilihat mata, melainkan persimpangan dalam hidup. Tempat di mana sebuah pilihan yang terlihat sederhana justru terasa begitu rumit untuk diputuskan . Aku sedang berada di titik itu. Sebuah keputusan yang bukan hanya tentang memilih langkah, tetapi juga tentang memilih akan menjadi pribadi seperti apa setelahnya. Karena terkadang, satu perubahan kecil mampu mengubah banyak hal dalam hidup . Cara kita berpikir, cara kita bersikap, bahkan orang-orang yang tetap memilih tinggal atau perlahan menjauh. Yang paling melelahkan bukanlah memilih. Melainkan kebingungan yang datang sebelum keputusan itu dibuat. Rasanya seperti tubuhku ada di satu tempat, tetapi pikiranku berjalan ke mana-mana. Saat sedang mengobrol, tertawa, atau berkumpul dengan orang lain, pikiranku justru sibuk memikirkan berbagai kemungkinan. Aku tersenyum, tetapi di dalam kepala ada begitu banyak pertanyaan y...

Kenalan Yuk ini cerita aku mulai ngeblog

Hai hai hai everyone.. Pekenalkan namaku Putri kerap kali di panggil Ati. Nama panggilan pemberian Kakek ku dulu. Selamat datang di Blog Catatanharianati, blog kecil tempat aku berbagi cerita tentang kisah,pengalaman,serta tragedi yang ku alami. Sebenarnya udah lama banget aku pengen punya blog sendiri. Dimana dulu sering baca - baca blog orang lain tentang tips dan trik serta kisah kehidupan sehari - hari. Rasanya seru banget bisa baca tulisan orang dari rumah. Akhirnya di tahun 2026 ini aku memberanikan diri buat nulis sendiri.  Kenapa namanya Catatanharianati ? Karena memang isinya Catatan harian aku. Aku bukan penulis hebat, nggak punya skill dan disini aku baru saja memulai. Tapi aku mau coba konsisten nulis. Siapa tahu ada yang relate dengan cerita aku, atau bisa ambil manfaat kecil dari tulisan aku. Di blog ini aku rencananya mau nulis tentang apa saja yang aku alami. Bisa tentang persiapan menjadi seorang ibu, terlepas dari masa lalu yang kelam, hingga mimpi dan doa yang t...

Mendoakan Dari Jauh

Ada masa dimana kita pengen banget " nyadarin " seseorang.   Pengen teriak: "Hei, sadar dong! Kamu salah jalan!" Tapi lama-lama kita belajar...   Kesadaran itu nggak bisa dipaksa. Sekeras apapun kita ngomel, sekuat apapun kita narik, kalau hatinya belum mau buka, ya tetep ketutup. Jadi aku milih diam .   Bukan karena nggak peduli .   Justru karena terlalu sayang... sayang sampai takut kalau kata-kataku malah bikin dia tersinggung dan makin jauh. Akhirnya aku cuma bisa 1 hal: Mendoakan dari jauh. Mendoakan yang terbaik untuknya.   Mendoakan biar suatu hari dia ngerasain "klik" di hatinya.   Mendoakan biar dia berani jujur sama dirinya sendiri, mengaku dosa, minta ampun sama Tuhan.   Atas semua yang sengaja dia lakuin, maupun yang nggak sengaja. Mungkin bukan hari ini.   Mungkin bukan besok.   Mungkin juga bukan minggu depan. Tapi aku setia nunggu.   Aku percaya... Waktu Tuhan selalu yang p...