Langsung ke konten utama

Nenek di Balik Kegelapan

Malam itu terasa berbeda.


Aku berada di dalam sebuah ruangan yang gelap gulita. Tidak ada cahaya sedikit pun, kecuali sorot senter dari ponsel yang entah bagaimana sudah berada di tanganku. Dengan perasaan penasaran bercampur takut, aku mulai merekam keadaan di sekelilingku.

Perlahan aku melangkah, mengarahkan cahaya ke setiap sudut ruangan. Hanya kesunyian yang menyambut. Tidak ada siapa-siapa. Tidak ada suara. Hanya aku dan gelap yang seolah tidak berujung.

Namun, saat aku memutar tubuh dan mengarahkan kamera ke belakang, sesuatu muncul dalam rekaman itu.

Seorang nenek. Rambutnya pendek, berwarna putih seluruhnya. Wajahnya penuh kerutan, tetapi ada sesuatu yang membuatku terpaku. Wajah itu... sangat mirip denganku.

Jantungku berdegup kencang. Tubuhku membeku. Dalam sekejap rasa takut menguasai diriku. "Aaaaa!" Aku berteriak sekuat tenaga. Tetapi nenek itu tidak bergerak. Ia hanya berdiri diam menatap ke arahku. Di tengah kepanikan itu, tiba-tiba terdengar sebuah bisikan.

Aku tidak tahu dari mana asalnya. Suaranya lembut, namun terdengar begitu jelas. "Nenek ini yang selama ini bersamamu dan selalu ada di belakangmu."


Kalimat itu membuat bulu kudukku merinding. Aku ingin bertanya siapa dia. Aku ingin berlari. Aku ingin mengetahui apa maksud semua ini. Namun sebelum sempat melakukan apa pun, semuanya menghilang.

Aku terbangun. Napas masih tersengal. Jantung masih berdetak cepat. Aku memandang sekeliling kamar dan menyadari bahwa semua itu hanyalah mimpi. Meski begitu, perasaan yang ditinggalkannya begitu nyata.

Keesokan harinya aku menceritakan mimpi itu kepada beberapa orang di sekitarku. Ada yang menganggapnya hanya bunga tidur. Ada yang mengaitkannya dengan pertanda tertentu. Ada pula yang berkata bahwa mimpi sering kali menyimpan pesan yang tidak selalu bisa kita pahami saat itu juga.

Entahlah. Sampai hari ini aku masih bertanya-tanya, siapakah sebenarnya nenek yang wajahnya begitu mirip denganku itu? Mengapa ia muncul di tengah kegelapan? Dan apa arti dari bisikan yang mengatakan bahwa ia selalu berada di belakangku?

Mungkin itu hanya mimpi biasa. Atau mungkin, ada sesuatu yang belum mampu kupahami.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Persimpangan yang Tak Terlihat

Hai, sobatku. Pernahkah kalian merasa sedang berdiri di sebuah persimpangan ? Bukan persimpangan jalan yang bisa dilihat mata, melainkan persimpangan dalam hidup. Tempat di mana sebuah pilihan yang terlihat sederhana justru terasa begitu rumit untuk diputuskan . Aku sedang berada di titik itu. Sebuah keputusan yang bukan hanya tentang memilih langkah, tetapi juga tentang memilih akan menjadi pribadi seperti apa setelahnya. Karena terkadang, satu perubahan kecil mampu mengubah banyak hal dalam hidup . Cara kita berpikir, cara kita bersikap, bahkan orang-orang yang tetap memilih tinggal atau perlahan menjauh. Yang paling melelahkan bukanlah memilih. Melainkan kebingungan yang datang sebelum keputusan itu dibuat. Rasanya seperti tubuhku ada di satu tempat, tetapi pikiranku berjalan ke mana-mana. Saat sedang mengobrol, tertawa, atau berkumpul dengan orang lain, pikiranku justru sibuk memikirkan berbagai kemungkinan. Aku tersenyum, tetapi di dalam kepala ada begitu banyak pertanyaan y...

Kenalan Yuk ini cerita aku mulai ngeblog

Hai hai hai everyone.. Pekenalkan namaku Putri kerap kali di panggil Ati. Nama panggilan pemberian Kakek ku dulu. Selamat datang di Blog Catatanharianati, blog kecil tempat aku berbagi cerita tentang kisah,pengalaman,serta tragedi yang ku alami. Sebenarnya udah lama banget aku pengen punya blog sendiri. Dimana dulu sering baca - baca blog orang lain tentang tips dan trik serta kisah kehidupan sehari - hari. Rasanya seru banget bisa baca tulisan orang dari rumah. Akhirnya di tahun 2026 ini aku memberanikan diri buat nulis sendiri.  Kenapa namanya Catatanharianati ? Karena memang isinya Catatan harian aku. Aku bukan penulis hebat, nggak punya skill dan disini aku baru saja memulai. Tapi aku mau coba konsisten nulis. Siapa tahu ada yang relate dengan cerita aku, atau bisa ambil manfaat kecil dari tulisan aku. Di blog ini aku rencananya mau nulis tentang apa saja yang aku alami. Bisa tentang persiapan menjadi seorang ibu, terlepas dari masa lalu yang kelam, hingga mimpi dan doa yang t...

Mendoakan Dari Jauh

Ada masa dimana kita pengen banget " nyadarin " seseorang.   Pengen teriak: "Hei, sadar dong! Kamu salah jalan!" Tapi lama-lama kita belajar...   Kesadaran itu nggak bisa dipaksa. Sekeras apapun kita ngomel, sekuat apapun kita narik, kalau hatinya belum mau buka, ya tetep ketutup. Jadi aku milih diam .   Bukan karena nggak peduli .   Justru karena terlalu sayang... sayang sampai takut kalau kata-kataku malah bikin dia tersinggung dan makin jauh. Akhirnya aku cuma bisa 1 hal: Mendoakan dari jauh. Mendoakan yang terbaik untuknya.   Mendoakan biar suatu hari dia ngerasain "klik" di hatinya.   Mendoakan biar dia berani jujur sama dirinya sendiri, mengaku dosa, minta ampun sama Tuhan.   Atas semua yang sengaja dia lakuin, maupun yang nggak sengaja. Mungkin bukan hari ini.   Mungkin bukan besok.   Mungkin juga bukan minggu depan. Tapi aku setia nunggu.   Aku percaya... Waktu Tuhan selalu yang p...