Langsung ke konten utama

Bisikan yang Menjadi Nyata

 Masih ingat 5 bulan lalu

Aku duduk dengannya, ngobrol panjang soal isi mimpi yang rasanya mustahil. Aku cerita, dia dengerin. Tentang bisikan-bisikan kecil yang datang di sela sunyi... bisikan yang bilang, "Nanti akan ada waktunya."

Waktu itu aku cuma ketawa kecil. Anggap aja bunga tidur. Tapi ternyata, mimpi itu nggak pernah bohong.

Dan benar saja. Bulan April ini, baru kusadari satu kalimat yang pernah meluncur dari mulutku sendiri: "Antara bulan 3 dan 4 nanti, itulah titik kehancuran."

Aku yang ngomong. Aku yang nggak sadar. Seolah ada versi diriku yang lain, berbisik dari jauh, memperingatkan apa yang akan datang.

Mereka nggak pernah menyentuhku. Nggak ada luka fisik, nggak ada bentakan yang terdengar tetangga. Tapi sakitnya... sakitnya diam-diam

Sakit mental yang datang pelan-pelan, seperti air yang menetes di batu. Nggak terasa sekali, tapi lama-lama berlubang. Mungkin mereka nggak sadar. Mungkin itu cuma candaan, ucapan, atau tatapan yang disepelekan. Tapi buatku, rasanya seperti runtuh pelan-pelan.

Titik kehancuran itu bukan soal barang yang pecah. Tapi soal hati yang retak tanpa suara.

Sekarang aku baru paham. Ternyata bisikan itu nyata. Mimpi itu peringatan. Dan aku... aku cuma perlu belajar berdiri lagi dari reruntuhannya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Persimpangan yang Tak Terlihat

Hai, sobatku. Pernahkah kalian merasa sedang berdiri di sebuah persimpangan ? Bukan persimpangan jalan yang bisa dilihat mata, melainkan persimpangan dalam hidup. Tempat di mana sebuah pilihan yang terlihat sederhana justru terasa begitu rumit untuk diputuskan . Aku sedang berada di titik itu. Sebuah keputusan yang bukan hanya tentang memilih langkah, tetapi juga tentang memilih akan menjadi pribadi seperti apa setelahnya. Karena terkadang, satu perubahan kecil mampu mengubah banyak hal dalam hidup . Cara kita berpikir, cara kita bersikap, bahkan orang-orang yang tetap memilih tinggal atau perlahan menjauh. Yang paling melelahkan bukanlah memilih. Melainkan kebingungan yang datang sebelum keputusan itu dibuat. Rasanya seperti tubuhku ada di satu tempat, tetapi pikiranku berjalan ke mana-mana. Saat sedang mengobrol, tertawa, atau berkumpul dengan orang lain, pikiranku justru sibuk memikirkan berbagai kemungkinan. Aku tersenyum, tetapi di dalam kepala ada begitu banyak pertanyaan y...

Kenalan Yuk ini cerita aku mulai ngeblog

Hai hai hai everyone.. Pekenalkan namaku Putri kerap kali di panggil Ati. Nama panggilan pemberian Kakek ku dulu. Selamat datang di Blog Catatanharianati, blog kecil tempat aku berbagi cerita tentang kisah,pengalaman,serta tragedi yang ku alami. Sebenarnya udah lama banget aku pengen punya blog sendiri. Dimana dulu sering baca - baca blog orang lain tentang tips dan trik serta kisah kehidupan sehari - hari. Rasanya seru banget bisa baca tulisan orang dari rumah. Akhirnya di tahun 2026 ini aku memberanikan diri buat nulis sendiri.  Kenapa namanya Catatanharianati ? Karena memang isinya Catatan harian aku. Aku bukan penulis hebat, nggak punya skill dan disini aku baru saja memulai. Tapi aku mau coba konsisten nulis. Siapa tahu ada yang relate dengan cerita aku, atau bisa ambil manfaat kecil dari tulisan aku. Di blog ini aku rencananya mau nulis tentang apa saja yang aku alami. Bisa tentang persiapan menjadi seorang ibu, terlepas dari masa lalu yang kelam, hingga mimpi dan doa yang t...

Mendoakan Dari Jauh

Ada masa dimana kita pengen banget " nyadarin " seseorang.   Pengen teriak: "Hei, sadar dong! Kamu salah jalan!" Tapi lama-lama kita belajar...   Kesadaran itu nggak bisa dipaksa. Sekeras apapun kita ngomel, sekuat apapun kita narik, kalau hatinya belum mau buka, ya tetep ketutup. Jadi aku milih diam .   Bukan karena nggak peduli .   Justru karena terlalu sayang... sayang sampai takut kalau kata-kataku malah bikin dia tersinggung dan makin jauh. Akhirnya aku cuma bisa 1 hal: Mendoakan dari jauh. Mendoakan yang terbaik untuknya.   Mendoakan biar suatu hari dia ngerasain "klik" di hatinya.   Mendoakan biar dia berani jujur sama dirinya sendiri, mengaku dosa, minta ampun sama Tuhan.   Atas semua yang sengaja dia lakuin, maupun yang nggak sengaja. Mungkin bukan hari ini.   Mungkin bukan besok.   Mungkin juga bukan minggu depan. Tapi aku setia nunggu.   Aku percaya... Waktu Tuhan selalu yang p...